Tanaman Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui

assalamu alaikum :)

nurey datang lagi nih bawa info baru tentang tanaman di sekitar kita yang bisa dijadikan obat, khususnya yang untuk ibu hamil dan menyusui.

semoga postingannya bermanfaat yaa

A. Definisi Tanaman Obat

Tanaman obat adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Pengertian berkhasiat bagi obat adalah mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu atau jika tidak mengandung zat aktif tertentu tapi mengandung efek resultan/sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati. Dalam penggunaan tanaman obat sebagai obat bisa dengan cara diminum, ditempel, untuk mencuci/mandi, dihirup sehingga penggunaannya dapat memenuhi konsep kerja reseptor sel dalam menerima senyawa kimia atau rangsangan.  

B.     Khasiat dan Keunggulan Tanaman Obat

Keampuhan pengobatan herba banyak dibuktikan melalui berbagai pengalaman. Berbagai macam penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan melalui pengobatan alopati (kedokteran), ternyata masih dapat diatasi dengan pengobatan herba, contohnya penyakit kanker dan kelumpuhan. Ada pula pengalaman yang membuktikan bahwa untuk beberapa penyakit, ternyata pengobatan herba lebih efektif memberikan solusi penyembuhan dibandingkan dengan pengobatan menggunakan bahan kimia. Keunggulan pengobatan herba terletak pada bahan dasarnya yang bersifat alami sehingga efek sampingnya dapat ditekan seminimal mungkin, meskipun dalam beberapa kasus djumpai orang-orang yang alergi terhadap herba. Namun, alergi tersebut dapat juga terjadi pada pengobatan medis. Beberapa kasus menunjukkan bahwa sebagian orang alergi atau timbul penolakan terhadap obat-obatan tertentu.

C.    Hasil Penelitian Terbaru tentang Tanaman Obat

Saat ini, berbagai penelitian tentang tanaman obat yang sering dilakukan oleh para peneliti antara lain mencakup aspek budaya, kandungan kimia dan efek farmakologis, serta pengaruh jamur dan zat lainnya. Penelitian mengenai budidaya dilakukan oleh para peneliti yang membidangi pertanian sehingga dapat menambah sumber-sumber informasi yang dibutuhkan. Penelitian tersebut dilakukan karena saat ini masih banyak jenis-jenis tanaman obat yang belum diketahui cara budidayanya secara umum dan banyak pula petani Indonesia yang belum membudidayakan tanaman obat secara intensif. Para akademisi dan peneliti di bidang kesehatan lebih banyak melakukan penelitian mengenai analisi kendungan kimia dan efek farmakologis tanaman obat. Sejuh ini, yang menghambat berkembangnya tanaman obat di dunia adalah belum jelasnya atau sedikitnya literatur tentang kandungan kimia dan efek tanaman obat bagi tubuh manusia dalam menyembuhkan suatu penyakit. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, beberapa jenis tanaman obat kini telah banyak yang diekstraksi dan dipatenkan menjadi fitofarmaka. Contohnya, ekstrak temu lawak yang teruji secara klinis mampu menurunkan kolesterol. Konsumsi ekstrak temu lawak terbukti tidak menimbulkan efek samping yang berarti, baik secara klinis kimia darah, maupun urine. Selain itu, tidak menimbulkan tukak lambung dan dapat meningkatkan nafsu makan. Uji klinis obat bahan alam perlu dikembangkan di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati sangat besar untuk memperoleh fikofarmaka, yaitu obat herbal yang lengkap teruji secara klinis.

D.    Daftar Tanaman Obat yang Berkhasiat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

1.      Asam Jawa

a.      Nama ilmiah  :

Tamarindus indica L.

b.      Nama daerah :

Asam Jawa, celangi, tangkal asem (Sunda), dan asem (jawa)

c.       Ciri-ciri

Bunga berwarna kuning kemerahan, buah berbentuk polong, berwarna cokelat, berasa khas asam, dan  mempunyai biji sebanyak 2-5.

d.      Kandungan Kimia

Daging buah mengandung gula invert, tartaric acid, citric acid, nicotinic acid, 1-malic acid, pipecolic acid, vitexin, isivitexin, orientin, vitamin B3, minyak menguap ( geranial, geraniol, limonene), cinnamates, serine, β-alanine, pektin, proline, phenylalanine, leusine, kalium dan lemak.Daun mengandung sitexin, isovitexin, orientin, isoorientin, 1-malic acid, tanin, glukosida, dan peroksidase. Kulit kayu mengandung tanin, saponin, glukosida, peroksidase, dan lemak.

e.       Khasiat

Daging buah dapat digunakan untuk:

1)Sembelit 2)Nyeri haid 3)Sendi bengkak, memar, keseleo 4)Demam 5)Radang Payudara 6)Asma

f.       Contoh pemakaian

-          Pada radang Payudara: Remas asam jawa tanpa biji secukupnya dengan tiga sendok makan air garam. Beikan pada payudara yang sakit, kemudian balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.

-          Pada nyeri haid: Cuci dan potong-potong buah asam tua sebesar dua jari, rimpang temulawak ¾ jari, asam trengguli sebesar dua jari, daun sembung satu helai, gula enau sebesar tiga jari. Rebus tiga gelas air sampai tersisa 2 ⅟4 gelas. *catatan : Wanita hamil dilarang memakan buah asam yang sudah tua.

2.      Kapulaga

a.      Nama ilmiah  :

Amomum cardamomum

b.      Nama daerah :

 kapolagha (Bali), kapulaga (Jawa), palago (Sunda)

c.       Kandungan Kimia :

Minyak terbang sineol, tripineol, dan alfaborneol, β-kamper, protein, gula, lemak, serta silikat

d.      Khasiat

Efek farmakologis/khasiat yang dimiliki oleh kapulaga di antaranya adalah untuk batuk, obat perut kembung, penurun panas, antitusif, peluruh dahak, dan mencegah muntah.

e.       Contoh pemakaian

Pada ibu hamil dengan emesis (mual dan muntah): Cuci 5 gr buah kapulaga, 100 gr akar alang-alang, serta 1-2 batang benalu teh (Loranthus sp.)sampai bersih, lalu tambahkan 2 gelas air. Rebus semua bahan hingga bahan rebusan tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu minum dua kali sehari masing-masing ⅟2 gelas.

3.      Begonia

a.      Nama Latin    : Begonia sp.

b.      Nama daerah : bihun, hariyang bulu (Sunda), daun asam (Ambon), coco (Ternate)

c.       Ciri-ciri                      

Habitus herba, bercabang banyak, batangnya lunak dan berair, tinggi 15-65 cm. Daunnya tunggal berbentuk jantung yang tidak simetris, berair dan berbulu, warna daunnya berbeda-beda. Bunga majemuk, bergerombol, umumnya tersusun berupa rangkaian anak payung menggarpu, berwarna berbeda-beda tergantung jenisnya.

d.      Kandungan kimia

Asam oksalat, beginin, kalsium, kalium, magnesium.

e.       Khasiat

Begonia dapat mengobati sakit tenggorokan (pharyngitis),influenza, melancarkan peredaran darah, menghentikan perdarahan (hemostatis), perdarahan setelah melahirkan, haid tidak teratur, keputihan, disentri, dll.

f.       Contoh pemakaian

-          Untuk perdarahan pasca persalinan:

10 gram umbi begonia dan 100 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin airnya diminum

-          Untuk  keputihan:

10 gram umbi begonia dan 10 gram kulit delima kering ditumbuk lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya, airnya diminum hangat-hangat.  

4.      Bunga Matahari

a.      Nama latin     : Helianthus annuus L.

b.      Nama daerah : Bunga ledomata (Aceh), bunga teleng matoari (Minangkabau), kembang sarengenge (Sunda), purba negara (Jawa), sunggeng (Bali)

c.       Ciri-ciri

Habitus herba anual (umurnya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbatang basah, dengan kulit batang luar kasap dan berbulu, tinggi 1-3 m. Daunnya tunggal berbentuk jantung. Bunga berwarna kuning, ukuran bunga besar berbentuk cawan dengan mahkota berbentuk pita di sepanjang tepi cawan dan di tengah terdapat bunga-bunga kecil berbentuk daun.

d.      Kandungan kimia

Bunga mengandung quercimeritrin, heliabthoside A, B, C, asam oleanoat, asam achinocystat. Biji mengandung β-sitosterol, prostaglandin E, asam chlorogenic, asam quinat, phytin, dan 3,4-benzopyrene.

e.       Khasiat

Bunga matahari dapat mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), rasa nyeri pada kepala, telinga berdengung, sakit gigi, nyeri lambung, nyeri menstruasi, radang payudara, reumatik, dan mempermudah kelahiran.

f.       Contoh pemakaian

-          Untuk mempermudah kelahian dan mengatasi badan lemah setelah melahirkan:

30  gram bagian tengah batang bunga matahari direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.

-          Untuk mengobati perdarahan:

1 buah dasar bunga matahari (reseptakulum) segar dan 100 gram akar rimpang teratai direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.

5.      Daun Katuk

a.      Nama latin     :Sauropus adrogynus (L) Merr

 

b.      Nama daerah :

memata (Melayu), simani (Minangkabau), kebing dan katukan (Jawa), serta kerakur (Madura).

c.       Ciri-ciri

Tanman berupa perdu, tinggi mencapai 2-3 meter. Cabang-cabang agak lunak, daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm, dan lebar 1,25-3 cm. Buah berbentuk bulat di cabang-cabang bawah daun.

d.      Kandungan kimia

Daun kauk mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C, efedrin, dan senyawa elkosanoid.

e.       Khasiat

Daun katuk berkhasiat untuk meningkatkan produksi ASI, mengatasi parasit, bakteri, dan virus yang ada dalam tubuh manusia.

6.      Rosella Merah

a.      Nama latin     : Hibiscus  sabdariffa L.

b.      Nama daerah : rosella  

c.       Ciri-ciri

Tanaman berbentuk perdu ini memiliki tinggi 3-5 meter, mengeluarkan bunga sepanjang tahun. Bunga rosella berwarna merah kelopak bunga berwarna merah gelap. Daun muda rosella dapat dimakan sebagai lalapan atau salad.

d.      Kandungan kimia

Dalam 100 gram rosella mengandung: Air, protein, lemak, serat, abu, kalsium, fosfor, zat  besi, karotena, thiamin (B1), rhoboflavin (B2), niasin (B3), dan asam askorbat (Vit C).

e.       Khasiat

Menurut penelitian kelopak bunga Rosella merah berguna untuk mencegah penyakit kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, peradangan, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar.

f.       Contoh pemakaian

Bagi ibu hamil yang sering mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi): Pembuatan teh rosella sama seperti pembuatan teh pada umumnya. Sediakan 5 buah kelopak bunga rosella kering dalam gelas, tuang dengan air mendidih. Kemuadian airnya diminum.

7.      Daun Jinten

a.      Nama latin     :Coleus amboinicus Lour.

 

b.      Nama daerah :

bangun-bangun (Sumatera), ajeran (Sunda), daun kucing (Jawa), daun kambing (Madura).

c.       Ciri-ciri

Tumbuh sepanjang tahun, lunak, pangkalnya seringkali berkayu, tinggi samapai 1 meter. Batang beruas, batang muda berambut kasar, berwarna hijau pucat. Daun tunggal, tebal berdaging, bertangkai, letak berhadapan bersilang. Helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi sampai beringgit, kecuali bagian pangkalnya, jika diremas berbau harum. Biji keras, berbentuk gepeng, dan berwarna coklat muda.

d.      Kandungan Kimia

Daun mengandung minyak asiri 0,2%, terdiri atas karvakrol, isoprofil-0-kresol, fenol, sienol, dan kalium.

e.       Khasiat

Daun dapat digunakan untuk pengobatan batuk, difteri, demam, rematik, sariawan, perut mulas, pengeluaran ASI sedikit, ayan, dan keracunan tempe bongkrek. Buah dan bii digunakan untuk pengobatan muntah-muntah, batuk rejan, dan panu.

f.       Contoh pemakaian

Untuk memperbanyak ASI: Rebus atau tumbuh 5-10 lembar daun, kemudian minum airnya. Atau dengan cara memasak daun jinten secukupnya dengan sup ayam, minum airnya dan makan supnya.

 

referensi:

Agromedia. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat. Jakarta: Agromedia Pustaka

Dalimartha, Setiawan. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 5. Jakarta: Pustaka Bunda

Dalimartha, Setiawan. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. Jakarta: Puspa Swara

Hariana, Arief. 2005. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Depok: Penerbit Penebar Swadaya

Thomas. 2012. Tanaman Obat Tradisional. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Wijayakusuma, Hembing. 2000. Ensiklopedia Milenium Tumbuha Berkhasiat Obat Indonesia. Jakarta: Prestasi Insan Indonesia

2009. Tanpapena.blogspot.com. diakses pada 23 Juni 2012.

Tags: , , , , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply