Total Fertility Rate (TFR)

Gambar

Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau kelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk.

Istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan; misalnya berteriak, bernafas, jantung berdenyut, dan sebagainya (Mantra, 2003:145).

Seorang perempuan yang secara biologis subur (fecund) tidak selalu melahirkan anak-anak yang banyak, misalnya dia mengatur fertilitas dengan abstinensi atau menggunakan alat-alat kontrasepsi. Kemampuan biologis seorang perempuan unuk melahirkan sangat sulit untuk diukur. Ahli demografi hanya menggunakan pengukuran terhadap kelahiran hidup (live birth).

Pengukuran fertilitas lebih kompleks dibandingkan dengan pengukuran mortalitas, karena seorang perempuan hanya meninggal satu kali, tetapi ia dapat melahirkan lebih dari seorang bayi. Disamping itu seorang yang meninggal pada hari dan waktu tertentu, berarti mulai saat itu orang tersebut tidak mempunyai resiko kematian lagi. Sebaliknya seorang perempuan yang telah melahirkan seorang anak tidak berarti resiko melahirkan dari perempuan tersebut menurun.

Memperhatikan kompleksnya pengukuran terhadap fertilitas tersebut, maka memungkinkan pengukuran terhadap fertilitas ini dilakukan dengan dua macam pendekatan : pertama, Pengukuran Fertilitas Tahunan (Yearly Performance) dan kedua, Pengukuran Fertilitas Kumulatif (Reproductive History).

Total Fertility Rate  (TFR) merupakan pengukuran terhadap fertilitas dengan cara Pengukuran Fertilitas Tahunan melalui jumlah rata – rata anak yang dilahirkan setiap wanita. Kebaikan dari teknik ini adalah  merupakan ukuran untuk seluruh wanita usia 15 – 49 tahun yang dihitung berdasarkan angka kelahiran menurut kelompok umur, berbeda dengan teknik yang lain yang perhitungannya tidak memisahkan antara penduduk laki – laki dan perempuan serta tingkat usia produktif bagi wanita.

Banyak faktor yang mempengaruhi Angka Kelahiran Total (TFR) yaitu tingkat pendapatan, tingkat  pendidikan,  tingkat  kesehatan  dan  penggunaan  alat kontrasepsi,  dan tingkat urbanisasi. Tingkat pendapatan dapat diwakili oleh pendapatan perkapita. Keterkaitan pada pendapatan terhadap fertilitas adalah ketika pendapatan seseorang naik akan semakin besar pengaruhnya terhadap penurunan fertilitas yang terjadi.

Apabila ada kenaikan pendapatan, aspirasi orang tua akan berubah. Orang tua menginginkan anak dengan kualitas yang baik. Ini berarti biaya (cost )nya naik. Sedangkan kegunaannya turun sebab walaupun anak masih memberikan kepuasan akan tetapi balas jasa ekonominya turun. Disamping itu orang tua juga tidak tergantung dari sumbangan anak. Jadi biaya membesarkan anak lebih besar daripada kegunaannya. Hal ini mengakibatkan “ demand” terhadap anak menurun atau dengan kata lain fertilitas turun.

Penelitian mengenai kaitan pendidikan wanita dengan kesuburan di beberapa negara maju dan berkembang, mengungkapkan adanya kaitan yang erat antara tingkat pendidikan dengan tingkat kesuburan. Semakin tinggi pendidikan semakin rendah kesuburan. Di beberapa negara, meluasnya kepandaian baca tulis disertai oleh turunnya kesuburan dengan tajam .

Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi fertilitas adalah tingkat kesehatan yang dapat diwakili dengan angka harapan hidup dan penggunaan alat kontrasepsi bagi wanita usia 15 – 49 yang  berstatus kawin. Keduanya   berpengaruh negatif  terhadap tingkat fertilitas.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak penduduknya.   Adapun jumlah penduduk dan  Total Fertility Rate   (TFR)   di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL 1.1

Jumlah  Penduduk  dan Angka Kelahiran Total  (TFR)  di Indonesia ( 2004 -2007)

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2008

Tahun Jumlah Penduduk (ribu) TFR
2004 217,072.3 2.29
2005 219,204.7 2.27
2006 222,735.4 2.25
2007 225.642.0 2.23

Dari data   yang terdapat pada tabel  1.1  di   atas maka dapat kita lihat bahwa jumlah penduduk Indonesia meningkat pada setiap tahunnya,  sedangkan Angka Kelahiran  Total   (TFR)   menurun. Meskipun Angka Kelahiran Total menurun  di tiap tahunnya akan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk Indonesia setiap tahun.  Hal ini tentunya juga tidak lepas dari pengaruh tiap provinsi yang ada di Indonesia. Dimana, setiap provinsi pasti juga memiliki  angka kelahiran  total  yang berbeda- beda sesuai dengan karakteristik masing- masing provinsi tersebut.  Selain itu, perbedaan yang terjadi antar provinsi ini juga disebabkan oleh faktor urbanisasi.   Dengan meningkatnya urbanisasi dapat menyebabkan penurunan angka kelahiran total. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi  angka kelahiran total tersebut .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply